Catatan Remajaku
Showing posts with label Kenakalan Remaja. Show all posts
Showing posts with label Kenakalan Remaja. Show all posts

Kenakalan remaja

http://catatanremajaku.blogspot.com

Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa.

Faktor - Faktor
Kenakalan remaja
bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).
 
Faktor Internal
  • Krisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
  • Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

Faktor Eksternal
  • Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
  • Teman sebaya yang kurang baik
  • Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pengaruh Rokok bagi Tubuh

42-20321147     Merokok sudah merupakan hal yang biasa kita jumpai saat ini dan di mana saja, baik pria dan wanita dewasa, remaja, dan bahkan sekarang ini sudah menimpa anak-anak di bawah umur. Kebiasaan ini sudah begitu luas dilakukan baik dalam lingkungan berpendidikan tinggi maupun berpendidikan rendah. Merokok juga sudah menjadi masalah yang kompleks yang menyangkut aspek psikologis dan gejala sosial hampir di seluruh dunia. Banyak penelitian yang sudah dilakukan dan malah justru disadari bahwa merokok dapat mengganggu kesehatan tubuh bagi siapa pun baik perokok itu sendiri (perokok aktif) dan juga orang lain yang berada di dekatnya (perokok pasif). Selain itu merokok juga dapat menimbulkan berbagai macam pengaruh di dalam tubuh sehingga mengakibatkan suatu penyakit dan mengganggu kesehatan. Merokok juga dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, gangguan saluran pernapasan, impotensi, gangguan kehamilan, kematian mendadak, dan lain sebagainya. Pada intinya merokok tidak berguna. Akan tetapi banyak para perokok tidak menyadari akan bahaya yang terkandung di dalamnya.
Pengaruh Merokok Terhadap Mulut
Merokok terutama dapat menimbulkan penyakit kardiovaskuler dan kanker, baik kanker paru-paru, oesophagus, laryng, dan rongga mulut. Kanker di dalam rongga mulut biasanya dimulai dengan adanya iritasi dari produk-produk rokok yang dibakar dan dihisap. Iritasi ini menimbulkan lesi putih yang tidak sakit. Selain itu merokok juga dapat menimbulkan kelainan-kelainan rongga mulut misalnya pada lidah, gusi, mukosa mulut, gigi, dan langit-langit yang berupa stomatitis nikotina dan infeksi jamur. Asap rokok mengandung komponen-komponen dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Banyaknya komponen tergantung pada tipe tembakau, temperatur pembakaran, panjang rokok, porositas kertas pembungkus, bumbu rokok serta ada tidaknya filter. Sedangkan zat-zat yang berbahaya berupa gas-gas dan partikel-partikel. Asap rokok yang kita hisap 90% mengandung berbagai gas seperti N2, O2, CO2, 10% sisanya mengandung partikel tertentu seperti ter, nikotin, dan lain-lain. Partikel dalam asap rokok yang dapat menyebabkan kanker (bersifat karsinogenik) adalah tar.
Pengaruh Merokok Terhadap Lidah
Pada perokok berat, merokok menyebabkan rangsangan pada papilafiliformis (tonjolan atau juntai pada lidah bagian atas) sehingga menjadi lebih panjang (hipertropi). Di sini hasil pembakaran rokok yang berwarna hitam kecoklatan mudah dideposit, sehingga perokok sukar merasakan rasa pahit, asin, dan manis, karena rusaknya ujung sensoris dari alat perasa (tastebuds).
Pengaruh Merokok Terhadap Gusi
Jumlah karang gigi pada perokok cenderung lebih banyak daripada yang bukan perokok. Karang gigi yang tidak dibersihkan dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti gingivitis atau gusi berdarah. Disamping itu hasil pembakaran rokok dapat menyebabkan gangguan sirkulasi peredaran darah ke gusi sehingga mudah terjangkit penyakit.
Penebalan Mukosa Akibat Merokok
Merokok merupakan salah satu faktor penyebab leukoplakia yaitu suatu bercak putih atau plak pada mukosa mulut yang tidak dapat dihapus. Hal ini bisa dijumpai pada usia 30-70 tahun yang mayoritas penderitanya pria terutama yang perokok. Menurut penelitian Silverman dari semua kasus leukoplakia 95% adalah perokok. Iritasi yang terus menerus dari hasil pembakaran tembakau menyebabkan penebalan pada jaringan mukosa mulut. Sebelum gejala klinis terlihat, iritasi dari asap tembakau ini menyerang sel-sel epitel mukosa sehingga aktivitasnya meningkat. Gejala ini baru terlihat bila aktivitas selluler bertambah dan epitel menjadi tebal, terutama tampak pada mukosa bukal (mukosa yang menghadap pipi) dan pada dasar mulut. Perubahan mukosa mulut terlihat sebagai bercak putih. Bercak putih tersebut disebabkan karena epitel yang tebal jenuh dengan saliva (air ludah). Para ahli mengatakan bahwa leukoplakia merupakan lesi pra-ganas di dalam mulut. Perubahan leukoplakia menjadi ganas 3-6%.
Noda atau Stain Akibat Rokok
Gigi dapat berubah warna karena tembakau. Pada mulanya noda ini dianggap disebabkan oleh nikotin, tetapi sebetulnya adalah hasil pembakaran tembakau yang berupa tar. Nikotin sendiri tidak berwarna dan mudah larut. Shafer dan kawan-kawan mengatakan bahwa warna coklat terjadi pada perokok biasa, sedang warna hitam terjadi pada perokok yang menggunakan pipa. Noda-noda tersebut mudah dibersihkan karena hanya terdapat di dataran luar gigi. Tetapi pada orang yang merokok selama hidupnya, noda tersebut dapat masuk ke lapisan email gigi bagian superficial dan sukar untuk dihilangkan. Kebiasaan merokok sangat mempengaruhi kesehatan mulut terutama perubahan mukosa (selaput lendir). Kebanyakan, kanker di dalam mulut dimulai dengan perubahan mukosa. Perubahan ini tidak menimbulkan rasa sakit (lesi pra-ganas) sehingga tidak diperhatikan sampai keadaan menjadi lanjut. Oleh karena itu jika terdapat bercak putih, sedini mungkin datang ke dokter gigi.
Biasakan memeriksa gigi setiap 6 bulan sekali, meskipun tidak mengalami keluhan. Dan yang paling penting adalah kemauan yang keras untuk menghilangkan kebiasaan merokok, jika perlu konsultasi dengan dokter.Selain pengaruh di atas, masih banyak akibat-akibat negatif yang didapatkan dari merokok. Sesungguhnya akibat negatif dari rokok sudah mulai terasa pada waktu orang baru mulai menghisap rokok.
CO, tar, dan nikotin tersebut berpengaruh terhadap syaraf yang menyebabkan: rasa gelisah, tangan gemetar (tremor), cita rasa atau selera makan berkurang, ibu hamil yang suka merokok kemungkinan dapat keguguran kandungannya.
Tar dan Asap Rokok
Tar dan asap rokok dapat merangsang jalannya pernapasan, sehingga tar tertimbun pada saluran pernapasan yang dapat menyebabkan batuk atau sesak napas. Tar yang menempel di jalan napas dapat menyebabkan kanker jalan napas, lidah, atau bibir.
Nikotin
Nikotin merangsang bangkitnya adrenalin hormon dari anak ginjal yang dapat menyebabkan jantung berdebar-debar, meningkatkan tekanan darah serta kadar kolesterol dalam darah, rentan dengan terjadinya serangan jantung.
Gas CO
Gas CO juga berpengaruh negatif terhadap jalannya napas dari pembuluh darah, CO lebih mudah terikat pada hemoglobin daripada oksigen. Oleh sebab itu, darah orang yang kemasukan CO banyak akan berkurang daya angkutnya bagi oksigen dan orang dapat meninggal dunia karena keracunan CO. Pada seorang perokok tidak akan sampai terjadi keracunan CO, namun pengaruh CO yang dihirup oleh perokok sedikit demi sedikit, dengan lambat namun pasti akan berpengaruh negatif.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bahaya Merokok bagi Remaja

Di era globalisasi ini, banyak sekali masalah yang bermunculan dalam pergaulan dimasa remaja. Baik dari segi fisik, social, mental, jiwa, dan yang lainnya. Dari kalangan atas hingga kalangan bawah.Masalah masalah tersebut antara lain seperti narkoba, miras, merokok, free sex, dan sebagainya yang berujung pada kriminalitas.
Merokok merupakan kebiasaaan buruk yang dilakukan sejak zaman ditemukannya tembakau, Pada awalnya merokok hanya bertujuan untuk menghangatkan tubuh. Namun, lama kelamaan kebiasaan itu menjadi berubah tujuan yaitu sebagai kebutuhan yang tidak bisa ditingggalkan atau dapat dikatakan kecanduan. Tanpa ada tembakau seakan-akan tak ada kenikmatan tersendiri. Hal ini berlanjut hingga zaman revolusi industri di Inggris.hingga bermunculan pabrik-pabrik rokok sampai menyebar di seluruh dunia.
Dalam event apapun, rokok selalu menjadi penyandang dana, sehingga kehadiran rokok seakan-akan menjadi hal yang legal dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Terutama dari kaum lelaki, karena merekalah orang-orang yang suka mengkonsumsi rokok,namun meskipun demikian, tidak semua kaum lelaki suka akan hal itu. Kebanyakan orang-orang yang sudah bekerja suka mengkonsumsi rokok. Hingga mereka tak sadar bahwa mereka telah merusak generasi penerus bangsa kita. Karena sekarang rokok telah merambah sampai pelajar baik SMA, SMP, bahkan anak SD pun sudah merokok. Sungguh memprihatinkan kondisi seperti ini. Mereka menganggap bahwa dengan merokok, mereka dapat dikatakan “gaul” dan gentlement. Di lain pihak mereka tidak tahu betapa besarnya dampak dari merokok,dalam segi social seperti contohnya mereka seenaknya menggunakan uang saku dan SPP hingga mereka melakukan perbuatan yang asusila ,seperti mengompas, mencuri dsb.
Di segi kesehatan rokok dapat menimbulkan efek negative bagi perokok aktif maupun perokok pasif, karena setiap hisapan menimbulkan nikotin dan karbonmonoksida yang sangat berbahaya bagi keduanya terutama bagi perokok aktif. Yang dapat menimbulkan berbagai penyakit kronis, seperti kanker, serangan jantung, hingga meninggal dunia.
Dan di segi pergaulan para perokok dapat dengan mudah menularkan, menawarkan ataupun mempengaruhi tentang merokok kepada manusia lain, tanpa susah payah. Maka dari itu mulai sekarang marilah kita bersama-sama memberantas dan menghimbau kepada semua orangagar tidak merokok. Agar generasi penerus kita menjadi lebih baik dan menjauhkan diri dari budaya merokok. Baik dengan cara bersosialisasi, melihat para perokok dan memberikan pengarahan tentang bahaya rokok, ataupun yang lainnya.
sumber : Tovic’s Blog

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Married By Accident (MBA)

MBA! hmmm.wahhhhhhh wahh. lagi lagi bahas cinta dan cinta ya, abisnya aku suka banget sama artikel cinta, di tambah lagi seorang teman memintaku menulis artikel ini tentang MBA. pertama aku fikir MBA adalah semacam satuan gabungan polisi atau semacam itulah, pokoknya yang bersangkutan dengan itu, ternyata MBA itu yang namanya kecelakaan yang berbeda haha.. ada ada aja orang menciptakan nama, yah ini adalah sebuah kecelakaan tapi kecelakaan kok di sengaja ya.. 
Married by accident begitulah orang orang menyebutnya, menikah bukan karena sebuah acara yang di rencanakan jauh-jauh hari, penuh persiapan dan penuh dengan kekidmatan, malah “kecelakaan” kecil fatal itu yang jadi sebabnya.

sebelumnya aku menulis seperti ini bukan karena pengalaman, atau yang sejenisnya. namun bagiku menulis artikel MBA adalah sebuah tantangan, setelah browsing sana sini karena penasaran, ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya.
- kurangnya pengawasan/perhatian orang tua.
rumah adalah contoh bagi seorang yang tinggal didalamnya, ibu sebagai perpusatakaan hidup bagi putra putrinya, dan ayah adalah sesosok yang harus penuh dengan kebijaksanaan dimata anak-anaknya. jika salah satu diantara yang lain ini enggak seimbang, menurut pandangan dan opiniku, hal ini.akan sangat berpengaruh bagi perkembangan mental dan juga jiwanya. setauku, hingga saat ini masih banyak sekali orang tua yang tak menyadarinya. dampaknya anak akan mencari kedamaian di luar rumah yang belum tentu baik, rumah adalah istana, jika istana itu penuh dengan kemurkaan, siapa yang betah ?
- Internet
di dunia internet semuanya serba mudah, semakin terbuka dunia, semakin maraknya orang-orang yang enggak bertanggung jawab dengan perbuatannya, Video porno gampang di dapat, situs-situs yang kurang bermoralpun mudah di akses.
- Pergaulan.
Pergaulan yang tak bernorma sudah barang tentu menjadi jalan baik untuk berbuat yang gak seharusnya. bahkan mungkin jika seseorang itu melakukan hal diluar batas, dalam pergaulan tersebut dianggap “biasa saja” jika semuanya sudah menjadi biasa biasa saja, silahkan berfikir sendiri hidup tanpa norma dan hanya mengandalakan hari ini, hari ini dan hari ini, esok hanya akan datang untuk esok dan itu bukan untuk difikirkan hari ini. bagaimana kelak jadinya penerus kehidupan ini, jika semuanya berdasar pada kata Biasa saja tanpa bernorma ? itu hanya contoh kecil.
tidakkah mereka [pelaku] berfikir akibatnya sebelum melakukan hal yang tak boleh dilakukan sebelum ikatan perkawinan atau ikatan pernikahan itu terjadi ?
bagaimana dengan nasib dan status anak-anak mereka kelak?
anak yang tak tau apa-apa pun akan terseret dengan maslah bapak ibunya yang menikah karena MBA.
bagaimana pandangan orang lain terhadap sang pelaku ?
dimana nama baik keluarga sang pelaku itu berada ?
itu adalah contoh hukuman di dunia, bagaimana kelak di akherat ?
dengan 1 kali tindakan yang akan menghancurkan seluruh kehidupan, masih bisakah itu di sebut “hanya sebuah kecelakaan ?”, apakah ketika beradu pandang dengan seseorang dan melakukan hal yang tak seharusnya itu tanpa sebuah dorongan, tentu saja dorongan setan dan kurangnya iman dalam diri sang pelaku menjadi penyebab utamanya.
sebisa mungkin, mari kita belajar menjadi remaja yang sehat, bergaul dengan orang-orang yang baik, memanfaatkan waktu sebaik mungkin. bagiku pribadi menjaga kehormatan adalah hal wajib bagi setiap wanita, karena wanita adalah bentuk keindahan yang harus di jaga dengan banyak cara tanpa merusak citra dan harga diri.
“laki-laki itu akan senang dengan seorang wanita yang pandai menjaga kehormatan diri dan keluarganya”
dan begitu kata ibu saya, dan masih ada dalam fikiran ini sampai sekarang. mari belomba dalam kebaikan, jauhin MBA, jauhin pergaulan yang tak bernorma, dan gunakan mudahnya menggengam dunia dengan Internet hanya dengan hal-hal yang kurang baik, Berfikirlah dan berpikir seribu kali  atau bahkan sejuta x sebelum melakukan sex bebas atau hal buruk lain semacamnya :) .
Hidup Wanita, karena dirimu Berharga! dan kau akan menjadi ibu kelak dan surga anak2mu dibawah telapak kakimu.........................................................................................

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dampak Perilaku Seks Remaja

Sudah menjadi maklum, remaja memang sosok yang sangat menarik untuk diperbincangkan. Kenapa?. Remaja masa pencarian jati diri yang mendorongnya mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi, ingin tampil menonjol, dan diakui eksistensinya. Namun disisi lain remaja mengalami ketidakstabilan emosi sehingga mudah dipengaruhi teman dan mengutamakan solidaritas kelompok. Diusia remaja, akibat pengaruh hormonal, juga mengalami perubahan fisik yang cepat dan mendadak. Perubahan ini ditunjukkan dari perkembangan organ seksual menuju kesempurnaan fungsi serta tumbuhnya organ genetalia sekunder. Hal ini menjadikan remaja sangat dekat dengan permasalahan seputar seksual. Namun terbatasnya bekal yang dimiliki menjadikan remaja memang masih memerlukan perhatian dan pengarahan.

Ketidakpekaan orang tua dan pendidik terhadap kondisi remaja menyebabkan remaja sering terjatuh pada kegiatan tuna sosial. Ditambah lagi keengganan dan kecanggungan remaja untuk bertanya pada orang yang tepat semakin menguatkan alasan kenapa remaja sering bersikap tidak tepat terhadap organ reproduksinya. Data menunjukkan dari remaja usia 12-18 tahun, 16% mendapat informasi seputar seks dari teman, 35% dari film porno, dan hanya 5% dari orang tua.


Potret Remaja di Usianya

Remaja dalam perkembangannya memerlukan lingkungan adaptip yang menciptakan kondisi yang nyaman untuk bertanya dan membentuk karakter bertanggung jawab terhadap dirinya. Ada kesan pada remaja, seks itu menyenangkan, puncak rasa kecintaan, yang serba membahagiakan sehingga tidak perlu ditakutkan. Berkembang pula opini seks adalah sesuatu yang menarik dan perlu dicoba (sexpectation).Terlebih lagi ketika remaja tumbuh dalam lingkungan mal-adaptif, akan mendorong terciptanya perilaku amoral yang merusak masa depan remaja. Dampak pergaulan bebas mengantarkan pada kegiatan menyimpang seperti seks bebas, tindak kriminal termasuk aborsi, narkoba, serta berkembangnya penyakit menular seksual (PMS).

Beberapa penelitian menunjukkan, remaja putra maupun putri pernah berhubungan seksual. Di antara mereka yang kemudian hamil pranikah mengaku taat beribadah. Penelitian di Jakarta tahun 1984 menunjukkan 57,3 persen remaja putri yang hamil pranikah mengaku taat beribadah. Penelitian di Bali tahun 1989 menyebutkan, 50 persen wanita yang datang di suatu klinik untuk mendapatkan induksi haid berusia 15-20 tahun. Menurut Prof. Wimpie, induksi haid adalah nama lain untuk aborsi. Sebagai catatan, kejadian aborsi di Indonesia cukup tinggi yaitu 2,3 juta per tahun. “ Dan 20 persen di antaranya remaja,” kata Guru Besar FK Universitas Udayana, Bali ini.

Penelitian di Bandung tahun 1991 menunjukkan dari pelajar SMP, 10,53 persen pernah melakukan ciuman bibir, 5,6 persen melakukan ciuman dalam, dan 3,86 persen pernah berhubungan seksual. Dari aspek medis, menurut Dr. Budi Martino L., SPOG, seks bebas memiliki banyak konsekwensi misalnya, penyakit menular seksual,(PMS), selain juga infeksi, infertilitas dan kanker. Tidak heranlah makin banyak kasus kehamilan pranikah, pengguguran kandungan, dan penyakit kelamin maupun penyakit menular seksual di kalangan remaja (termasuk HIV/AIDS).

Di Denpasar sendiri, menurut guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, per November 2007, 441 wanita dari 4.041 orang dengan HIV/AIDS. Dari 441 wanita penderita HIV/AIDS ini terdiri dari pemakai narkoba suntik 33 orang, 120 pekerja seksual, 228 orang dari keluarga baik. Karena keadaan wanita penderita HIV/AIDS mengalami penurunan sistem kekebelan tubuh menyebabkan 20 kasus HIV/AIDS menyerang anak dan bayi yang dilahirkannya.

Tindakan remaja yang seringkali tanpa kendali menyebabkan bertambah panjangnya problem sosial yang dialaminya. Menurut WHO, di seluruh dunia, setiap tahun diperkirakan sekitar 40-60 juta ibu yang tidak menginginkan kehamilan melakukan aborsi. Setiap tahun diperkirakan 500.000 ibu mengalami kematian oleh kehamilan dan persalinan. Sekitar 30-50 % diantaranya meninggal akibat komplikasi abortus yang tidak aman dan 90 % terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia.


Dampak Seks Bebas terhadap Kesehatan Fisik dan Psikologis Remaja

Pengetahuan remaja mengenai dampak seks bebas masih sangat rendah. Yang paling menonjol dari kegiatan seks bebas ini adalah meningkatnya angka kehamilan yang tidak diinginkan. Setiap tahun ada sekitar 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia dimana 20 persennya dilakukan remaja. Di Amerika, 1 dari 2 pernikahan berujung pada perceraian, 1 dari 2 anak hasil perzinahan, 75 % gadis mengandung di luar nikah, setiap hari terjadi 1,5 juta hubungan seks dengan pelacuran. Di Inggris 3 dari 4 anak hasil perzinahan, 1 dari 3 kehamilan berakhir dengan aborsi, dan sejak tahun 1996 penyakit syphillis meningkat hingga 486%. Di Perancis, penyakit gonorhoe meningkat 170% dalam jangka waktu satu tahun. Di negara liberal, pelacuran, homoseksual/ lesbian, incest, orgy, bistiability, merupakan hal yang lumrah bahkan menjadi industri yang menghasilkan keuntungan ratusan juta US dolar dan disyahkan oleh undang-undang.

Lebih dari 200 wanita mati setiap hari disebabkan komplikasi pengguguran (aborsi) bayi secara tidak aman. Meskipun tindakan aborsi dilakukan oleh tenaga ahlipun masih menyisakan dampak yang membahayakan terhadap keselamatan jiwa ibu. Apalagi jika dilakukan oleh tenaga tidak profesional (unsafe abortion).

Secara fisik tindakan aborsi ini memberikan dampak jangka pendek secara langsung berupa perdarahan, infeksi pasca aborsi, sepsis sampai kematian. Dampak jangka panjang berupa mengganggu kesuburan sampai terjadinya infertilitas.

Secara psikologis seks pra nikah memberikan dampak hilangnya harga diri, perasaan dihantui dosa, perasaan takut hamil, lemahnya ikatan kedua belah pihak yang menyebabkan kegagalan setelah menikah, serta penghinaan terhadap masyarakat.


Bagaiamana Remaja Bersikap?

Hubungan seks di luar pernikahan menunjukkan tidak adanya rasa tanggung jawab dan memunculkan rentetan persoalan baru yang menyebabkan gangguan fisik dan psikososial manusia. Bahaya tindakan aborsi, menyebarnya penyakit menular seksual, rusaknya institusi pernikahan, serta ketidakjelasan garis keturunan. Kehidupan keluarga yang diwarnai nilai sekuleristik dan kebebasan hanya akan merusak tatanan keluarga dan melahirkan generasi yang terjauh dari sendi-sendi agama.

Sebagaimana apa yang diperingatkan Alloh dalam surat An-Nur: 21:

”Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Barang siapa yang mengikuti langkah syetan, maka sesungguhnya dia (syetan) menyuruh perbuatan yang keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Alloh dan Rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun diantara kamu bersih dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Alloh membersihkan siapa yang dikehendaki... (An-nuur (24):21)

Aktifitas seksual pada dasarnya adalah bagian dari naluri yang pemenuhannya sangat dipengaruhi stimulus dari luar tubuh manusia dan alam berfikirnya. Meminimalkan hal-hal yang merangsang, mengekang ledakan nafsu dan menguasainya. Masa remaja memang sangat memperhatikan masalah seksual. Banyak remaja yang menyukai bacaan porno, melihat film-film porno. Semakin bertambah jika mereka berhadapan dengan rangsangan seks seperti suara, pembicaran, tulisan, foto, sentuhan, dan lainnya. Hal ini akan mendorong remaja terjebak dengan kegiatan seks yang haram.

Perawatan organ reproduksi tidak identik dengan pemanfaatan tanpa kendali. Sistem organ reproduksi dalam pertumbuhannya sebagaimana organ lainnya, memerlukan masa tertentu yang berkesinambungan sehingga mencapai petumbuhan maksimal. Disinilah letak pentingnya pendampingan orang tua dan pendidik untuk memberi pemahaman yang benar tentang pertumbuhan organ reproduksi. Pemahaman remaja berkaitan dengan organ reproduksinya tentunya ditanamkan sesuai dengan kadar kemampuan logika dan umur mereka. Dengan demikian remaja tidak akan cemas ketika menghadapi peristiwa haid pertama, melewati masa premenstrual syndrome dengan aman, memahami hukum fiqh terkait dengan haid serta peristiwa lain yang mengiringi masa pubertas remaja.

Remaja juga harus bisa menjaga diri (isti’faaf). Hal ini mampu dilakukan pada remaja yang mempunyai kejelasan konsep hidup dalam menjalani hidupnya. Orang tua sejak usia dini harus menanamkan dasar yang kuat pada diri anak bahwa Alloh menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Jika konsep hidup yang benar telah tertanam maka remaja akan memahami jati dirinya, menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya, mengerti hubungan dirinya dengan lingkungaanya. Kualitas akhlak akan terus terpupuk dengan memahami batas-batas nilai, komitmen dengan tanggung jawab bersama dalam masyarakat. Remaja akan merasa damai di rumah yang terbangun dari keterbukaan, cinta kasih, saling memahami di antara sesama keluarga. Pengawasan dan bimbingan dari orang tua dan pendidik akan menghindarkan dari pergaulan bebas, komitmen terhadap aturan Alloh baik dalam aurot (pakaian), pergaulan antar lawan jenis, menghindari ikhtilath dan sebagainya. Bagaimana dengan anda? Walloohu a’lam bisshowab....



*Disampaikan pada Talk Show ”Sex before married Asik Kali Yee .....” Oleh Unit Kemuslimahan Lembaga Dakwah kampus Universitas Kanjuruhan Malang (Makalah tersedia di www.halalsehat.com )

** dr Nurul Muzayyanah, adalah pengelola www.halalsehat.com situs Kehalalan Produk dan Kesehatan, serta pengasuh Rubrik Bunga (Bincang untuk wanita dan keluarga) Mitra 97 FM Kota Batu, setiap hari Kamis jam 09.00 WIB.

Sumber :
dr. Nurul Muzayyanah
http://halalsehat.com/index.php/Remaja-Sukses/DAMPAK-PERILAKU-SEKS-BEBAS-BAGI-KESEHATAN-REMAJA-*.html
19 Mei 2008

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bentuk Kenakalan Remaja


Adapun bentuk-bentuk dari kenakalan remaja adalah :
a. Kebut-kebutan dijalanan yang mengganggu keamanan lalu lintas dan membahayakan jiwa serta orang lain
b. Membolos sekolah lalu bergelandangan sepanjang jalan dan kadang-kadang pergi ke pasar untuk bermain game
c. Memakai dan menggunakan bahan narkotika bahkan hal yang mereka anggap ringan yakni minuman keras.
d. Perjudian dan bentuk-bentuk permainan lain dengan taruhan, seperti permainan domino, remi dan lain-lain.
e. Perkelahian antar geng, antar kelompok, antar sekolah, sehingga harus melibatkan pihak yang berwajib.
Sebab-sebab Terjadinya Kenakalan Remaja
  1. Faktor Internal (Dalam)
a. Reaksi frustasi diri
Dengan semakin pesatnya usaha pembangunan, modernisasi yang berakibat pada banyaknya anak remaja yang tidak mampu menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan sosial itu. Mereka lalu mengalami banyak kejutan, frustasi, ketegangan batin dan bahkan sampai kepada gangguan jiwa.
b. Gangguan pengamatan dan tanggapan pada anak remaja
Adanya gangguan pengamatan dan tanggapan di atas sangat mengganggu daya adaptasi dan perkembangan pribadi anak yang sehat. Gangguan pengamatan dan tanggapan itu, antara lain : halusinasi, ilusi dan gambaran semua.
Tanggapan anak tidak merupakan pencerminan realitas lingkungan yang nyata, tetapi berupa pengolahan batin yang keliru, sehingga timbul interpretasi dan pengertian yang salah. Sebabnya ialah semua itu diwarnai harapan yang terlalu muluk, dan kecemasan yang berlebihan.
c. Gangguan berfikir dan intelegensi pada diri remaja
Berfikir mutlak perlu bagi kemampuan orientasi yang sehat dan adaptasi yang wajar terhadap tuntutan lingkungan. Berpikir juga penting bagi upaya pemecahan kesulitan dan permasalahan hidup sehari-hari. Jika anak remaja tidak mampu mengoreksi pekiran-pekirannya yang salah dan tidak sesuai dengan realita yang ada, maka pikirannya terganggu.
d. Gangguan perasaan pada anak remaja
Perasaan memberikan nilai pada situasi kehidupan dan menentukan sekali besar kecilnya kebahagiaan serta rasa kepuasan. Perasaan bergandengan dengan pemuasan terhadap harapan, keinginan dan kebutuhan manusia. Jika semua tadi terpuaskan, orang merasa senang dan bahagia.
Gangguan-gangguan fungsi perasaan itu antara lain :
1) Inkontinensi emosional ialah tidak terkendalinya perasaan yang meledak-ledak, tidak bisa dikekang.
2) Labilitas emosional ialah suasana hati yang terus menerus berganti-ganti dan tidak tetap. Sehingga anak remaja akan cepat marah, gelisah, tidak tenang dan sebagainya.
3) Ketidak pekaan dan mempunyai perasaan biasa disebabkan oleh sejak kecil anak tidak pernah diperkenalkan dengan kasih sayang, kelembutan, kebaikan dan perhatian.
4) Kecemasan merupakan bentuk “ketakutan” pada hal-hal yang tidak jelas, tidak riil, dan dirasakan sebagai ancaman yang tidak bisa dihindari.
  1. Faktor Eksternal (Luar)
Selain faktor dari dalam ada juga faktor yang datang dari luar anak tersebut, antara lain :
a. Keluarga
Tidak diragukan bahwa keluarga memegang peranan penting dalam pembentukan pribadi remaja dan menentukan masa depannya. Mayoritas remaja yang terlibat dalam kenakalan atau melakukan tindak kekerasan biasanya berasal dari keluarga yang berantakan, keluarga yang tidak harmonis di mana pertengkaran ayah dan ibu menjadi santapan sehari-hari remaja. Bapak yang otoriter, pemabuk, suka menyiksa anak, atau ibu yang acuh tak acuh, ibu yang lemah kepribadian dalam atri kata tidak tegas menghadapi remaja, kemiskinan yang membelit keluarga, kurangnya nilai-nilai agama yang diamalkan dll semuanya menjadi faktor yang mendorong remaja melakukan tindak kekerasan dan kenakalan.
Struktur keluarga anak nakal pada umumnya menunjuk­kan beberapa kelemahan/cacat di pihak ibu, antara lain ialah seba­gai berikut:
1) Ibu ini tidak hangat, tidak mencintai anak-anaknya, bahkan sering membenci dan menolak anak laki-lakinya, sama sekali tidak acuh terhadap kebutuhan anaknya.
2) Ibu kurang mempunyai kesadaran mengenai fungsi kewa­nitaan dan keibuannya; mereka lebih banyak memiliki sifat ke jantan-jantanan.
3) Reaksi terhadap kehidupan anak-anaknya tidak adekuat, tidak cocok, tidak harmonis. Mereka tidak sanggup memenuhi ke­butuhan anak-anaknya, baik yang fisik maupun yang psikis sifatnya.
4) Kehidupan perasaan ibu-ibu tadi tidak mantap, tidak konsis­ten, sangat mudah berubah dalam pendiriannya, tidak pernah konsekuen., dan tidak bertanggung jawab secara moral.
Beberapa kelemahan di pihak ayah yang mengakibatkan anaknya menjadi nakal mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1) Mereka menolak anak laki-lakinya.
2) Ayah-ayah tadi hampir selalu absen atau tidak pernah ada di tengah keluarganya, tidak perduli, dan sewenang-wenang ter­hadap anak dan istrinya.
3) Mereka pada umumnya alkoholik, dan mempunyai prestasi kriminalitas, sehingga menyebarkan perasaan tidak aman (insekuritas) kepada anak dan istrinya.
4) Ayah-ayah ini selalu gagal dalam memberikan supervisi dan tuntunan moral kepada anak laki-lakinya.
5) Mereka mendidik anaknya dengan disiplin yang terlalu ketat dan keras atau dengan disiplin yang tidak teratur, tidak kon­sisten.
Selain itu, ada juga beberapa faktor yang datang dari keluarga, antara lain :
1) Rumah tangga berantakan. Bila rumah tangga terus ­menerus dipenuhi konflik yang serius, menjadi retak, dan akhirnya mengalami perceraian, maka mulailah serentetan kesulitan bagi semua anggota keluarga, terutama anak-anak. Pecahlah harmonis dalam keluarga, dan anak menjadi sangat bingung, dan merasa­kan ketidakpastian emosional. Dengan rasa cemas, marah dan risau anak mengikuti pertengkaran antara ayah dengan ibu. Mereka tidak tahu harus memihak kepada siapa. Batin anak menjadi sangat tertekan, sangat menderita, dan merasa malu akibat ulah orang tua mereka. Ada perasaan ikut bersalah dan berdosa, serta merasa malu terhadap lingkungan.
2) Perlindungan-lebih dari orang tua. Bila orang tua terlalu banyak melindungi dan memanjakan anak-anaknya, dan menghin­darkan mereka dari berbagai kesulitan atau ujian hidup yang kecil, anak-anak pasti menjadi rapuh dan tidak akan pernah sanggup belajar mandiri. Mereka akan selalu bergantung pada bantuan - orang tua, merasa cemas dan bimbang ragu selalu; aspirasi dan harga-dirinya tidak bisa tumbuh berkembang. Kepercayaan diri­nya menjadi hilang.
3) Penolakan orang tua. Ada pasangan suami-istri yang tidak pernah bisa memikul tanggung jawab sebagai ayah dan ibu. Me­reka ingin terus melanjutkan kebiasaan hidup yang lama, bersenang-senang sendiri seperti sebelum kawin. Mereka tidak mau memikirkan konsekuensi dan tanggung jawab selaku orang dewasa dan orang tua. Anak-anaknya sendiri ditolak, dianggap sebagai beban, sebagai hambatan dalam meniti karir mereka. Anak me­reka anggap cuma menghalang-halangi kebebasan bahkan cuma merepotkan saja.
4) Pengaruh buruk dari orang tua. Tingkah-laku kriminal, a-susila (suka main perempuan, korup, senang berjudi, sering mabuk-mabukan, kebiasaan minum dan menghisap rokok ber­ganja, bertingkah sewenang-wenang, dan sebagainya) dari orang tua atau salah seorang anggota keluarga bisa memberikan pengaruh menular atau infeksius kepada anak. Anak jadi ikut-­ikutan kriminal dan a-susila, atau menjadi anti-sosial. Dengan be­gitu kebiasaan buruk orang tua mengkondisionir tingkah-laku dan sikap hidup anak-anaknya.
b. Lingkungan Sekolah yang Tidak Menguntungkan
Sekolah kita sampai waktu sekarang masih banyak berfungsi sebagai "sekolah dengar" daripada memberikan kesempatan luas untuk membangun aktivitas, kreativitas dan inventivitas anak. Dengan demikian sekolah tidak membangun dinamisme anak, dan tidak merangsang kegairahan belajar anak.
Selanjutnya, berjam-jam lamanya setiap hari anak-anak harus melakukan kegiatan yang tertekan, duduk, dan pasif mendengarkan, sehingga mereka menjadi jemu, jengkel dan apatis.
Di kelas, anak-anak-terutama para remajanya sering mengalami frustasi dan tekanan batin, merasa seperti dihukum atau terbelenggu oleh peraturan yang "tidak adil". Di satu pihak pada dirinya anak ada dorongan naluriah untuk bergiat, aktif dinamis, banyak bergerak dan berbuat; tetapi di pihak lain anak­ dikekang ketat oleh disiplin mati di sekolah serta sistem regimentasi dan sistem sekolah-dengar.
Ada pula guru yang kurang simpatik, sedikit memiliki de­dikasi pada profesi, dan tidak menguasai didaktik-metodik mengajar. Tidak jarang profesi guru/dosen dikomersialkan, dan pe­ngajar hanya berkepentingan dengan pengoperan materi ajaran belaka. Perkembangan kepribadian anak sama sekali tidak diperhatikan oleh guru, sebab mereka lebih berkepentingan dengan ­masalah mengajar atau mengoperkan informasi belaka.
c. Media elektronik
Tv, video, film dan sebagainya nampaknya ikut berperan merusak mental remaja, padahal mayoritas ibu-ibu yang sibuk menyuruh anaknya menonton tv sebagai upaya menghindari tuntutan anak yang tak ada habisnya. Sebuah penelitian lapangan yang pernah dilakukan di Amerika menunjukkan bahwa film-film yang memamerkan tindak kekerasan sangat berdampak buruk pada tingkah laku remaja. Anak yang sering menonton film-film keras lebih terlibat dalam tindak kekerasan ketika remaja dibandingkan dengan teman-temannya yang jarang menonton film sejenis. Polisi Amerika menyebutkan bahwa sejumlah tindak kekerasan yang pernah ditangani polisi ternyata dilakukan oleh remaja persis sama dengan adegan-adegan film yang ditontonnya. Ternyata anak meniru dan mengindentifikasi film-film yang ditontonnya.
d. Pengaruh pergaulan
Di usia remaja, anak mulai meluaskan pergaulan sosialnya dengan teman-tema sebayanya. Remaja mulai betah berbicara berjam jam melalui telefon. Topik pembicaraan biasanya seputar pelajaran, film, tv atau membicarakan cowok/ cewek yang ditaksir dsb.
Hubungan sosial di masa remaja ini dinilai positif karena bisa mengembangkan orientasi remaja memperluas visi pandang dan wawasan serta menambah informasi, bahkan dari hubungan sosial ini remaja menyerap nilai-nilai sosial yang ada di sekelilingnya. Semua ­faktor ini menjadi penyokong dalam pembentukan kepribadiannya dan menambah rasa percaya diri karena pengaruh pergaulan yang begitu besar pada diri remaja, maka hubungan remaja dengan teman sebayanya menentukan kualitas remaja itu. Kalau ini disadari oleh remaja, maka dengan sadar remaja akan menyeleksi teman pergaulannya.
Semoga Remaja yang lainnya tidak pernah melakukan kenakalan-kenakalan seperti diatas dan menjadi seorang remaja yang berbudi pekerti baik,taat pada peraturan,orangtua,guru,selalu disiplin serta cerdas dan berinovativ memajukan bangsa kita INDONESIA Amien................

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Satu Langkah Kecil Bagi Seorang Manusia, Lompatan Besar Bagi Umat Manusia

Satu Langkah Kecil Bagi Seorang Manusia, Lompatan Besar Bagi Umat Manusia - Tetapi tentu saja, dampak berbahaya dari melakukan seks dengan seseorang atau waktu yang salah tidak semuanya bersifat fisik. Bagi banyak orang , efek emosionalnya terbukti sama menyakitkan.

Saat seseorang 'jatuh cinta',seks sepertinya adalah sesuatu yang wajar dilakukan, seks menjadi 'langkah selanjut'' yang logis dilakukan dalam sebuah hubungan. Tetapi hal itlu adaalah sebuah langkah besar dan sering kali mempertinggi dan memperumit keterlibatan emosional dengan pacar mereka. Jika hubungan itu hanya sepihak, atau tidak berlangsung lama, maka mereka justru akan terlukan atau mereasa dikhianti, harga diri mereka jatuh sampai ke dasar.

Bagi banyak anak muda, pengalaman seks pertama mereka tidak direncanakan. Mereka hanya terbawa suasana, atu teman laki - laki atau (kadang) perempuan mereka yang mendorong mereka melakukan itu sebagai 'bukti' cinta mereka. Akibatnya, peraaan mereka atas semua itu pun dapat menjadi tak menentu karena mereka belum siap melakukannya. Pengalaman pertama mereka dengan seks akhirnya sangat merusak karena terjadi dengan cara yang salah, diwaktu yang salah dan sering kali dengan orang yang salah. Harusnya itu menjadi pengalaman istimewa, tapi justru menjadi sesuatu yang berbahaya dan negatif.

Seks bukan sebuah olah raga seperti sepak bola. Seks bukan merupakan tanda kedewasaan isik seperti bercukur atau pertumbuhan buah dada. Dan seks bukan bukti cinta seperti sebuah cincin atau kartu ucapan hari kasih saying. Seks adalah tentang diri Anda yang berbagi dengan orang lain dalam suatu keintiman yang sangat erat, dan hal itu harus merulpakan pilihan bebas dari kedua pihak. Tragisnya, serigkali bukan itu yang terjadi. Sementara sejumlah orang merasa didorong untuk melakukan hubungan seks, sejumlah besar yang lain dipaksa melakukan hubungan seks tanpa menginginkannya.
Jadi meski kita semua mempunyai hasrat dan dorongan seksual, namun jelas tidak semua perwujudannya baik. Seks mungkin memang alami dan sehat, tetapi kita tetap harus memperlakukannya secara hati - hati - sama seperti kita memperlakukan hal - hal berharga lainnya. Kita tidak bisa berbuat ceroboh tanpa terkena akibatnya. Kita tidak hanya terdiri dari daging dan tulang saja. Kita mempunyai emosi dan perasaan.

Anak Anda perlu memiliki pandangan bahwa seks, sebagai satu tindakan intim antara dua orang, tidak bisa dikecilkan maknanya menjadi sekadar satu aktivitas fisik belaka. Kita secara naluriah tahu bahwa makna seks lebih daripada itu. Mereka juga harus menyadari bahwa keputusan seksual mereka tidak hanya bersifat pribadi. Keputusan-keputusan itu bisa membawa implikasi penting bagi orang lain, bagi keluarga mereka dan bagi seluruh masyarakat. Beberapa menit kesenangan bisa mengakibatkan terciptanya seorang manusia dengan masa hidupl delapan puluh tahun atau lebih, yang pada saatnya nanti juga akan memiliki anak - anak mereka sendiri. Dengan kata lain, bahkan jauh setelah anak Anda tiada, tindakan mereka bisa masih akan membawa dampak... yang baik atau buruk. Jadi sangat penting bagi mereka akan mempengaruhi orang lain sebelum keputusan itu dibuat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pilihan ABORSI jika terjadi hamil tak diinginkan

Pilihan ABORSI jika terjadi hamil tak diinginkan - Ribuan aborsi terjadi setiap tahunnya. Lebih dari sepertiga dari semua wanita yang hamil di usia lima belas hingga sembilan belas tahun, dan setengah dari semua remaja yang hamil di usia tiga belas hingga lima belas tahun, mengakhiri kehamilan mereka dengan aborsi. Dalam istilah kedokteran, hal ini disebut 'pengguguran'. Ini merupakan keputusan yang sangat besar. Seperti semua operasi lainnya, aborsi juga mempunyai risiko dan bisa menimbulkan akibat jangka panjang, termasuk perasaan kehilangan, rasa bersalah dan penyesalan mendalam, selain juga efek samping bersifat fisik seperti pendarahan bagian dalam atau bahkan, terkadang pasien menjadi tidak bisa hamil lagi.

Aborsi tetap menjadi isu perdebatan yang panas. Beberapa orang meyakini bahwa aborsi secara moral tidak benar, sementara yang lain bersikeras bahwa aborsi adalah hak mendasar seorang wanita untuk memilih melahirkan atau tidak anaknya. Tetapi pada kenyataannya, sebagian besar wanita yang memilih aborsi melakukan hal itu karena mereka merasa tidak mempunyai pilihan lain. Mereka merasa bahwa hanya itu yang bisa mereka lakukan. Mungkin mereka atau keluarga mereka tidak sanggup membiayai anak tersebut. Mungkin mereka tidak siap secara emosional dan kurang mendapat dukungan terutama dari keluarga dan para sahabat yang mereka sadar sangat mereka perlukan. Sejujurnya, alas an tuntuk aborsi sama banyaknya dengan jumlah mereka yang melakukannya, tetapi hampir semunya mempunyai satu kesamaan: jika mereka tidak mendapat jalan keluar yang realistis, maka mereka akan melakukannya.

Anda perlu menjelaskan fakta ini kepada anak Anda secara jelas dan hati - hati, membiarkan hal tersebut mempengaruhi pilihan - pilihan awal yang mereka buat mengenai apakah mereka akan berhubungan seks dan dalam situasi seperti apa itu dilakukan, karena aborsi sebenarnya bukan sebuah pilihan, melainkan tanda bahwa Anda tak punya pilihan lagi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS